Semua keindahan rasa dan kerenyahan estetik lenyap disapu bersih oleh kesedihan dan duka Karbala. Padahal Islam telah menegaskan prinsip besar dalam kalimat "Laa Khaufun 'alaihim wa laa hum Yahzanuun". Namun umat Syi'ah menjalani prisip sebaliknya yaitu "Laa Sa'adatun alaihim wa laa hum yafrohuun". ADVERTISEMENT ChanelMuslim.com- Dua hal yang tidak patut dilakukan seorang mukmin. Yaitu, khauf atau takut, dan hazan/huzn yang diterjemahkan sedih. Dalam Alquran, tidak kurang dari 16 kali disebut kalimat 'laa khaufun 'alaihim walaa hum yahzanun, yang artinya tidak takut dan tidak sedih. Kalimat ini tersebar di sejumlah surah. Terapi Penyembuhan Diri dari Khazanah al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah di Tokopedia ∙ Promo Pengguna Baru ∙ Cicilan 0% ∙ Kurir Instan. Bacaan Latin Surat Al-Baqarah Ayat 62. innalladzina amanu walladzina hadu wan-nashara was-shabi'ina man amana billahi wal-yaumil-akhiri wa 'amila shalihan fa lahum ajruhum 'inda rabbihim, wa la khaufun 'alaihim wa la hum yahzanun. Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang sabi'in, siapa saja Page couldn't load • Instagram. Something went wrong. There's an issue and the page could not be loaded. Reload page. 97 likes, 3 comments - herukusumahadi on May 19, 2020: "INGIN MENANG?. TANGKAP HIKMAHNYA. Ya Allah curahkanlah shalawât kepada penutup para nabi dan penyempurna jumlah bilangan para Rasûl, dan kepada keluarganya yang baik lagi suci serta para sahabatnya yang mulia, dan berikan kepadaku pada hari Selasa ini tiga perkara; janganlah Engkau biarkan bagiku satu dosa pun melainkan Engkau ampunkan, janganlah Engkau biarkan satu kesulitan Di antara keadaan yang akan membuat seseorang mendapatkan karunia "laa khaufun 'alaihim wa laa hum yahzanun" ialah terus melakukan perbaikan, sekuat kesanggupan. Demikian yang bisa disampaikan. Semoga bermanfaat dan bisa diamalkan. Allahumma amin ya Rabbal 'alamiin. Ala inna auliya Allah la khaufun alaihim walahum yahzanun." Ayat tersebut menjelaskan bahwa bahwa para ulama dan awliya itu sangat umum, tidak harus dari kalanagan sadah. Adapun faktor sadah merupakan faktor pendukung. Mereka sadah atau bukan, kewajiban kita adalah mencintai para ulama dan para awliya, pewaris Nabi SAW. c9yfCdj.