CaraMengecek Spul Motor Yang Rusak. Adapun beberapa kerusakan pada spull sepeda motor sebagai berikut: Spul Pengisian. Pada umumnya kabel berwarna putih, kalau spul ini rusak atau terbakar maka pengaruhnya aki akan ngedrop sampai habis 2-3 kali, bahkan kalau ganti kiprok pun akan tetap sama karena problemnya ada pada lilitan spul.
1 Select Multitester pada pengecekan ACV. 2. Hubungkan probe merah ke kabel pulser dan probe hitam ke massa. 3. Jika saat kita selah motor di multitester menunjukkan angka, maka bisa di katakan pulser tersebut normal. Cara pengecekan pulser memakai Lampu Led Kota Led. Untuk cara ini anda lngsung bisa melihat nya pada video berikut.
2 Spul Penerangan Disamping itu, cara cek spul motor yang ke-2 yakni spul penerangan.
PengecekanOutput dari CDI Cek CDI (Capacitor Discharge Ignition) dilakukan dengan mengecek kabel output berwarna orange dengan menggunakan obeng Tespen. 4. Pengecekan Pulser Coil Cek Pulser Coil dapat dilakukan dengan cara mengukur hambatan listriknya dengan alat Avometer. 5. Pengecekan Charge Coil
VoHhs. Yasser speed shop__Syarat kendaraan bermotor untuk dapat hidup dan menggerakkan bagian mesin harus didukung oleh sistem pengapian yang Pengapian dapat berjalan dengan lancar tentu membutuhkan kerjasama antara komponen komponen Pengapian , salah satunya adalah yang belum paham tentang unit ini,Apa itu pulser ?. Apa fungsi pulser?.Dan bagai mana cara mengecek pulser?.Untuk itu kalian sebaiknya simak terus ulasan ini mungkin bermanfaat. Pengertian atau juga disebut pick up coil dibentuk dengan bahan besi yang mengandung magnet dan dililitkan bahan kawat tembaga khusus serta diujung lilitan salah satunya dapat menghantarkan pulser ini terdapat 2 macam pertama pulser dengan 2 kabel terdiri dari kabel positif dan kabel pulser Jupiter, Vega , satria Fu, smash kedua pulser dengan menggunakan 1 kabel pulser Honda grand , Shogun, spin , pulser pada ini mempunyai fungsi yang cukup penting pada setiap mesin motor ,agar pengapian dapat berjalan pada waktu yang ini bekerja sebagai pendukung komponen CDI dimana fungsinya mendeteksi waktu yang tepat atau timing pengapian bagi CDI untuk k mengalirkan atau memutus kerja bekerja saat putaran magnet bergerak, pada magnet tersebut terdapat tonjolan besi yang berfungsi sebagai pickup sensor , untuk menentukan waktu pengapian. Saat tonjolan magnet berdekatan pada ujung pickup pulser, saat terjadi arus arus listrik tersebut kemudian di alirkan menuju CDI, arus yang muncul tersebut pada CDI bertugas mengatur keluarnya arus pengapian byan yang keluar menuju coil sebagai sumber pengapian motor pengecekan pulser masih baik atau pulser bisa di lakukan dengan dua cara >>Menggunakan alat multitester mengukur tahanan Misalnya pulser Mio. Kabel positif tester dihubungkan dengan Kabel putih pulser atau positif negatif tester di sambungkan dengan kabel merah pulser atau negatif pulser.Tahanan normalnya 248- 372 ohm.Bisa juga dilakukan pengukuran voltase pulser kabel tester positif dengan kabel pulser warna biru strip negatif tester sambungkan ke body mesin dengan stater atau kick starterKemudian lihat hasilnya pada alat tester. Peak voltase normal bila minimal 0,7v.Pengecekan tanpa alat ini bisa dilakukan dengan bantuan lampu LED pada motor melepas soket CDI kemudian colokan kabel lampu LED yang positif menuju kabel pulser kemudian kabel negatif tempelkan ke body sambil di putar mesin atau di lihat lampu LED saat mesin di putar , apabila lampu menyala berarti pulser dalam keadaan normal begitu juga ulasan mengenai kegunaan pulser serta cara pengecekan kasih, semoga Yasser speed shop
1. Cek Kabel Pulser Langkah awal yang harus dilakukan adalah memeriksa kabel pulser. Pastikan kabel tersebut tidak putus atau rusak. Jika kabel terlihat baik-baik saja, lanjut ke langkah berikutnya. 2. Cek Resistansi Pulser Untuk memastikan pulser motor berfungsi dengan baik, Anda dapat melakukan pengukuran resistansi pulser menggunakan multimeter. Pastikan resistansi pulser tidak di luar range normal, yaitu sekitar 100-500 ohm. Jika resistansi pulser terlalu rendah atau terlalu tinggi, pulser motor perlu diganti. 3. Cek Tegangan Pulser Selain resistansi, tegangan pulser juga perlu diperiksa. Tegangan pulser harus diukur dalam volt dan harus sesuai dengan spesifikasi pabrikan. Jika tegangan pulser terlalu rendah atau terlalu tinggi, pulser motor juga perlu diganti. 4. Cek Sinyal Pulser Terakhir, Anda dapat melakukan pengukuran sinyal pulser menggunakan osiloskop. Pastikan sinyal pulser berbentuk gelombang sinus dan memiliki frekuensi yang sesuai dengan spesifikasi pabrikan. Jika sinyal pulser tidak normal, pulser motor perlu diganti. Kesimpulan Cek pulser motor secara rutin sangat penting untuk menjaga performa motor Anda. Dengan menggunakan tips dan trik di atas, Anda dapat dengan mudah memeriksa pulser motor dan mengetahui apakah perlu diganti atau tidak. Pastikan juga untuk selalu mengikuti pedoman perawatan motor yang disarankan oleh pabrikan agar motor Anda selalu dalam kondisi prima dan aman untuk digunakan.